Independen.Net

Portal Berita Independen

Articles by "Dunia"

Presiden Jokowi menyambut Wakil Presiden AS Mike Pence 20/4/2017
Presiden Jokowi menyambut Wakil Presiden AS Mike Pence 20/4/2017

Independen.Net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi  Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence yang datang beserta istrinya Karen Pence, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Presiden menilai, kunjungan Wakil Presiden Michael Pence ini merupakan pertemuan dirinya dengan administrasi baru Amerika Serikat. Namun Presiden menegaskan, komunikasi melalui telepon telah dilakukannya dengan Presiden Donald Trump, sejak Januari yang lalu.

Setelah melakukan sesi foto bersama yang dilanjutkan dengan berbincang di beranda Istana (Veranda Talk), Presiden Jokowi dan Wakil Presiden AS Michael Pence melakukan pernyataan pers bersama.

Menurut Presiden Jokowi , dirinya dan Wakil Presiden AS telah membahas sejumlah isu, baik bilateral maupun internasional. Yang pertama, komitmen Amerika untuk meningkatkan strategic partnership  dengan Indonesia akan fokus kepada bidang-bidang kerja sama dan investasi.

“ Bulan depan akan ada tim yang membahas mengenai pengaturan perdagangan dan investasi bilateral berdasarkan prinsip-prinsip win-win solution,” kata Presiden.

Yang kedua, lanjut Presiden, sebagai negara muslim terbesar di dunia dan sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, Indonesia  sepakat untuk menguatkan kerja sama di bidang perdamaian.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menitipkan salam dirinya kepada Presiden Donald Trump melalui Wakil Presiden Pence.

Wapres AS Mike Pence didampingi istrinya Karen Pence dan dua putrinya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (19/4) pukul 23.30 WIB, dengan menggunakan pesawat kepresidenan United States Of America bernomor 80002. Pence disambut oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Selain bertemu Presiden Jokowi, Pence dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengunjungi Masjid Istiqlal dan melakukan dialog dengan pemuka lintas agama. Dari Masjid Istiqlal, Mike Pence akan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN dalam rangkaian peringatan 40 tahun hubungan AS-ASEAN.

Sementara pada Jumat (21/4) besok, Wakil Presiden AS itu bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan menyaksikan penandatanganan MoU tersebut setelah membuka dan memberikan sambutan dalam Pertemuan Bisnis AS-Indonesia di Hotel Shangrila, Jakarta. (GUN/AGG/ES)

Seskab Pramono Anung
Sekretaris Kabinet Pramono Anung 17/4/2017

Dalam rangkaian kunjungan ke negara-negara Asia, Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Mike Pence dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia pada Kamis (20/4) mendatang. Selain akan diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pembicaraan bilateral, Wapres AS itu juga akan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Agenda utamanya adalah hal yang berkaitan tentunya dengan kepentingan kedua negara karena apapun ini adalah kunjungan pertama kali Wakil Presiden, kepala pemerintahan Amerika Serikat ke Asia, dan yang dikunjungi terbatas, yaitu Korea Selatan, Jepang, Indonesia dan Australia,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima pimpinan dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/4) siang.

Menurut Seskab, beberapa hal sekarang ini sedang dipersiapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan wakil dari pemerintah Amerika Serikat. Nantinya, lanjut Seskab, Wakil Presiden AS itu  akan diterima oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, dan tentunya akan ada statement yang akan disampaikan bersama.

Mengenai statement apa yang akan disampaikan, Seskab menjelaskan, itu nanti akan disampaikan oleh Menlu. “Tetapi yang jelas, bahwa kehadiran Wakil Presiden ini akan diterima oleh Presiden Jokowi sekaligus ada press statement, dan kemudian juga akan melakukan pembicaraan bilateral dengan wakil Presiden,” tegasnya.

Saat ditanya kaitan kunjungan Wapres AS Mike Pence dengan dukungan bagi Indonesia untuk menjadi anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Seskab Pramono Anung mengatakan, bahwa itu sudah dibicarakan dengan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe dari Jepang yang datang ke Istana Bogor, beberapa waktu lalu.

“Memang pemerintah Indonesia meminta untuk dukungan agar Indonesia bisa menjadi Anggota Tidak Tetap di Dewan Keamanan PBB. Dan ini juga tentunya kita memberikan apresiasi terhadap hal tersebut. Presiden memantau, memonitor, negara-negara mana saja yang sudah memberikan dukungan kepada keinginan Indonesia,” ujar Seskab. (FID/RAH/ES)

Paus Fransiskus Pada Pesan Paskah 2017 di Basilika Santo Petrus Vatikan
Paus Fransiskus Pada Pesan Paskah 2017 di Basilika Santo Petrus Vatikan Foto: Reuter

Independen.Net - Pada hari Minggu Paskah, sebagaimana tradisi di Vatikan Paus Fransiskus memberikan berkat Urbi et Orbi (Untuk Kota dan Dunia) dan pesan Paskah dari balkon  tengah basilika Santo Petrus. Dari sana Paus berdoa agar Tuhan yang Bangkit senantiasa berjalan bersama dengan orang-orang yang terpinggirkan akibat perbudakan lama dan baru. Bapa Suci juga berdoa, semoga Tuhan yang Bangkit itu menghadirkan perdamaian di Timur-Tengah, membantu Ukraina yang sedang dilanda konflik, dan menumpahkan berkat-Nya bagi Eropa dan upaya membangun jembatan dialog di Amerika Latin.

Berikut ini kami sajikan terjemahan bebas Pesan Paskah 2017 dari Paus Fransiskus:

Saudara-saudari, Selamat Pesta Paskah!

Hari ini, di seluruh dunia, Gereja kembali menggemakan pesan para murid pertama: “Yesus Sudah Bangkit!” – Dia telah bangkit, seperti dikatakan murid yang pertama sekali melihat!”

Dalam tradisi kuno, Pesta Paskah merupakan saat pembebasan bagi orang-orang Ibrani dari perbudakan. Di sini mereka menemukan pemenuhan. Melalui kebangkitan Kristus, kita pun dibebaskan dari perbudakan dosa dan kematian, dan terbukalah jalan menuju kehidupan kekal.

Setiap kita, pada saat  kita membiarkan diri dikuasai oleh dosa, maka kita akan kehilangan jalan yang benar dan akhirnya tersesat seperti domba yang hilang. Tapi Allah sendiri, Gembala Baik  kita, sudi datang mencari kita. Dia datang untuk menyelamatkan kita, dengan rela turun ke dunia bahkan sampai mati di kayu salib. Hari ini kita patut bersyukur: “Gembala yang Baik itu telah bangkit, Ia yang rela menyerahkan nyawa-Nya demi domba-domba-Nya, dan rela mati bagi umat-Nya, Alleluya.” (Antifon Komuni Minggu Pasah IV Buku Misa Romawi)

Di setiap zaman, Gembala yang Bangkit itu  tanpa lelah mencari kita, saudara-saudaranya, Dia mengembara di padang pasir dunia ini. Dengan penuh semangat dan belas kasihan , Dia  memanggil kita untuk mengikuti perjalanan-Nya. Hari ini juga, ia menempatkan pada bahunya begitu banyak saudara-saudara kita yang hancur oleh berbagai bentuk kejahatan.

Gembala yang Bangkit itu rela pergi mencari semua hilang dalam labirin kesepian dan marjinalisasi. Dia rela datang untuk menjumpai mereka melalui saudara-saudara kita yang memperlakukan mereka dengan rasa hormat dan kebaikan, membantu mereka untuk mendengar suara-Nya, suara yang tak terlupakan, suara yang senantiasa memanggil mereka kembali kepada semangat persaudaraan sejati bersama  dengan Allah.

Dia sendiri mengambil rupanya dalam diri mereka yang menjadi korban oleh karena perbudakan lama maupun baru, buruh yang tidak manusiawi, perdagangan ilegal, eksploitasi dan diskriminasi dan segala bentuk kecanduan yang mematikan. Dia rela mengambil rupa dalam diri anak-anak dan remaja yang kehilangan kegembiraan karena dieksploitasi, dan mereka yang terluka karena tindakan kekerasan yang terjadi dalam  keluarga.

Gembala yang Bangkit itu rela berjalan bersama semua orang yang terpaksa meninggalkan tanah air mereka akibat konflik bersenjata, serangan teroris, kelaparan dan rezim yang menindas. Di mana-mana Dia membantu para pengungsi, dengan siapa mereka dapat berbagi roti dan berharap mempertahankan perjalanan hidup mereka.

Dalam situasi yang kompleks dan serba dramatis saat ini, semoga Tuhan yang Bangkit membimbing langkah-langkah semua orang yang bekerja untuk keadilan dan perdamaian. Semoga Dia menganugerahi para pemimpin negara keberanian yang mereka butuhkan untuk mencegah penyebaran konflik dan menahan laju perdagangan senjata.

Secara khusus pada hari-hari ini, semoga Dia mengokohkan segala upaya dari setiap orang yang terlibat aktif dalam membangun perdamaian dan memberikan pertolongan kepada warga sipil di Suriah, sanggup mengenyahkan perang yang menebar horor dan kematian. Semoga Dia memberikan perdamaian kepada seluruh warga Timur-Tengah, khususnya mereka yang berdiam di Tanah Suci, Irak, dan Yaman.

Semoga  Gembala Baik selalu  dekat dengan rakyat Sudan Selatan, Sudan, Somalia dan Republik Demokratik Kongo, yang terus bertahan dalam semangat permusuhan, dan diperburuk oleh kelaparan di wilayah tertentu di Afrika.

Semoga Yesus yang Bangkit meneguhkan dan mengokohkan perjuangan warga Amerika Latin yang berkomitmen pada kebaikan bersama setelah mengalami beberapa kali ketegangan sosial dan kekerasan. Semoga jembatan dialog yang telah dibangun dan  semangat untuk melawan bahaya korupsi sanggup mendatangkan penyelesaian demi kemajuan dan penguatan lembaga-lembaga demokratis sesuai dengan peraturan hukum yang adil.

Semoga Gembala Baik membawa pertolongan bagi warga di Ukrainan yang masih dilanda konflik dan pertumpahan darah, agar mereka kembali menikmati kedamaian. Semoga DIA menyertai seluruh upaya mereka dalam meringangkan penderitaan akut akibat  konflik dan pertikaian berdarah.

Tuhan yang Bangkit senantiasa mengalirkan berkat-Nya ke atas benua Eropa. DIA memberikan harapan kepada mereka yang sedang mengalami krisis dan kesulitan terutama karena pengangguran yang tinggi, khususnya di kalangan anak muda.

Saudara-saudara terkasih, pada tahun 2017 ini, segenap orang  Kristen merayakan Paskah bersama-sama. Dengan satu suara, di setiap bagian dunia, kita memberitakan khabar gembira: “Tuhan sungguh bangkit.” Semoga Yesus yang mengalahkan kegelapan dosa dan kematian senantiasa memberikan kedamaian di hati kita sekalian.

Selamat Paskah!


Sumber: Radio Vatikan


Credit foto: Reuter
http://www.news18.com/news/world/on-easter-pope-francis-denounces-oppressive-regimes-but-urges-restraint-1374993.html


Bus Open Tour Wonderful Indonesia di Paris Prancis
Bus Open Tour Wonderful Indonesia di Paris Perancis

Independen.Net , PARIS – Laju kencang promosi Wonderful Indonesia di Kota Paris, Perancis, seperti tak pernah putus. Setelah sukses menyebarkan
Bus Open Tour Wonderful Indonesia di Paris Prancis2
branding Wonderful Indonesia di 20 bus city tour pada Piala Eropa (EURO) 2016, hari ini (11/4), country branding pariwisata Indonesia itu kembali ditampilkan di 8 bus OPENTOUR di Paris. Promosinya digelar 11 April-9 Mei 2017.

“Ini adalah kegiatan Branding yang bermain di bus di Paris," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Selasa (11/4). Paris itu kota dengan jumlah wisatawan terbesar. Diluncurkan bulan April untuk menyongsong liburan pertengahan tahun, dan meremind branding Wonderful Indonesia di Eropa.
Bus Open Tour Wonderful Indonesia di Paris Prancis3
Menpar Arief menyadari, biaya promosi Wonderful Indonesia sangat terbatas. Karena itu harus menggunakan banyak cara agar branding yang sudah berada di posisi 47 dunia itu tidak melorot. "Sesungguhnya berat, karena brand itu harus dimaintain, dan dinaikkan value-nya. Tentu, untuk itu perlu budget," jelasnya.

Mensiasati budget, Menpar Arief melakukan co branding, mencari momentum dan memilih media promosi yang pas. Bus, trem, kereta, taxi, public transportation yang bergerak itu, ternyata lebih efektif, lebih viral, dan mewarnai media sosial.
Baginya, promosi tidak boleh berhenti meski jumlah wisatawan asing ke Indonesia terus meningkat. Alhasil, Perancis pun dilirik. Bus yang dibungkus branding "Wonderful Indonesia” kembali mondar-mandir di Perancis. Nuansanya mirip saat sepak bola Piala Dunia 2016 lalu.
Dengan desain bertema selancar, Danau Toba dengan rumah tradisional Batak, anak-anak Indonesia dengan pakaian tradisional dari berbagai daerah, diving kelas dunia, Pulau Komodo, gadis Bali dan Candi Borobudur, bus-bus itu menjadi pemandangan unik di tengah kepadatan di Negeri Menara Eiffel itu.
Bus Open Tour Wonderful Indonesia di Paris Prancis4

Lantas mengapa harus Perancis? Apa juga yang ingin didapat Menpar Arief Yahya di Perancis? “Di Perancis Wonderful Indonesia sedang nge-hits. Lagi banyak dibicarakan publik dengan berbagai trik marketing. Lagi jadi perhatian di acara TV di sana. Lagi naik
peringkat, mengalahkan Thailand dalam persentase jumlah outbound Prancis ke Indonesia,” sebut Menpar Arief Yahya.
Mantan Dirut Telkom itu memang tak asal bicara. Tahun lalu, kunjungan wisman Perancis ke Indonesia meningkat 19,8% dibandingkan dengan 2015. Dari 209.466 orang, naik menjadi 250.921 wisman. Angka ini melebihi target yang ditetapkan Kementerian Pariwisata yang membidik 250.000 orang di 2016.

“Dengan promosi gencar seperti ini, saya yakin di 2017 Indonesia bisa meningkatkan angka kunjungan wisman Perancis menjadi 330.000 orang. Sekarang orang Perancis sudah makin mengenal Indonesia,” timpal Eka Moncarre, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Paris, Perancis.

Eka mengaku sangat pede dengan bidikan target tadi. Selain sedang nge-hits, masyarakat Paris, menurut dia, rata-rata technology minded. Hobinya tak jauh dari narsis. Mayoritas sudah digital lifetyle.

Branding bus-bus di Paris itu, menurut dia, akan memberi umpan kepada masyarakat Perancis untuk bahan bermain di medsos. " Sangat efektif. Wonderful Indonesia jadi makin dibicarakan publik di dunia nyata dan dunia maya. Yang hobi narsis, malah bisa dijadikan ‘senjata’ untuk posting dan menjadi viral di digital," ungkap Eka. (*)

trump jokowi usa indonesia
Trump - Jokowi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani perintah eksekutif untuk menangguhkan seluruh penerimaan pengungsi dan untuk sementara membatasi kedatangan warga dari tujuh negara mayoritas Muslim. Pemerintah Indonesia sendiri menyikapi kebijakan tersebut dengan tetap menjunjung prinsip kesetaraan.

"Prinsip konstitusi saya kira jelas bahwa yang namanya keadilan, yang namanya kesetaraan, harus terus diperjuangkan," tegasnya usai menghadiri peluncuran kebijakan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor bagi industri kecil dan menengah (KITE IKM) di Sentra Kerajinan Tembaga Tumang, Kabupaten Boyolali, Senin, 30 Januari 2017.

Dalam siaran pers Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin disebutkan, meski demikian, Kepala Negara memastikan bahwa kebijakan Presiden Amerika Serikat tersebut tidak menimbulkan dampak bagi warga negara Indonesia (WNI). Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk tetap tenang.

"Kita tidak terkena dampak dari kebijakan itu, kenapa resah?" ujar Presiden.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui seluruh perwakilan RI Amerika Serikat meminta WNI di Amerika Serikat untuk tetap menghormati hukum setempat dan ikut menjaga ketertiban umum di lingkungan masing-masing. Selain itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menginstruksikan seluruh perwakilan di Washington DC, Chicago, Houston, Los Angeles, New York, dan San Francisco untuk mengaktifkan layanan hotline 24 jam.

"Pemerintah Indonesia melalui perwakilan RI di seluruh Amerika Serikat terus mengamati perkembangan yang terjadi dan akan mengantisipasi dampak yang mungkin timbul bagi WNI," ujar Direktur Jenderal Perlindungan WNI-BHI Lalu Muhammad Iqbal dalam rilis tersebut. (Humas Kemensetneg)

negara yg dilarang masuk amerika
Tujuh Negara yang Dilarang Masuk Amerika
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memenuhi janjinya untuk melarang warga Muslim masuk ke AS. Trump telah memutuskan melarang imigran asal tujuh negara Muslim Timur Tengah dan Afrika untuk memasuki wilayah AS.

Trump menandatangani perintah eksekutif soal larangan imigran asal tujuh negara muslim itu pada Rabu (25/1/2017).

Ketujuh negara Muslim yang dianggap berbahaya antara lain, Suriah, Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani keputusan kontroversial mengenai pengungsi dan para pengunjung dari negara-negara mayoritas muslim. Perintah ini membatasi masuknya pengunjung dari Suriah dan enam negara mayoritas muslim lainnya selama 90 hari.

Menurut Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/1/2017), keenam negara tersebut adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Disebutkan bahwa selama setidaknya 90 hari ini, pemerintah AS akan membatasi pemberian visa bagi warga dari Suriah dan enam negara tersebut.

"Saya sedang mengambil langkah-langkah pemeriksaan baru untuk membuat para teroris Islam radikal menjauh dari AS. Saya tidak menginginkan mereka di sini," kata Trump di Pentagon.

"Kami hanya ingin menerima mereka yang akan mendukung negara kita dan yang sangat mencintai rakyat kita," imbuh Trump.

Keputusan Trump yang baru enam hari menjabat AS ini diungkap beberapa staf Kongres dan ahli imigrasi yang mengetahui tentang masalah tersebut kepada Reuters.

Mantan penasihat utama Layanan Imigrasi dan Kewarganegaraan AS, Stephen Legomsky mengatakan, presiden memang memiliki kewenangan untuk membatasi penerimaan pengungsi dan penerbitan visa ke negara-negara tertentu terkait kepentingan publik AS.

”Dari sudut pandang hukum, itu akan menjadi hak hukumnya. Tapi dari sudut pandang kebijakan, itu akan menjadi ide yang buruk karena ada kebutuhan kemanusiaan yang mendesak sekarang bagi pengungsi,” ujar Legomsky.

Keputusan Trump tersebut juga mendapat kritikan tajam dari warga Muslim Amerika. Mereka menilai, kebijakan kontroversial Trump justru akan merugikan Amerika Serikat.

“Keputusan ini tidak akan membuat negara kita lebih aman, namun justru akan membuat semakin menakutkan dan kurang terbuka,” ujr Direktur eksekutif nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam, Nihad Awad seperti dilansir The Independent.

irak masuk jauh mosul
Pasukan Irak mencapai kemajuan baru dalam melawan ISIS di Mosul Timur dan memerangi kelompok militan itu di daerah-daerah dekat Sungai Tigris, Rabu ini, kata para pejabat militer seperti dikutip Reuters.

Pasukan elite Dinas Kontra Terorisme (CTS) maju terus masuk ke daerah Sadeeq di bagian timur laut Mosul.

Dengan menguasai Hadba, Sadeeq dan distrik-distrik terdekat lainnya akan membuat CTS masuk lebih jauh lagi ke dalam kota. Menguasai bagian timur kota ini menjadi sangat penting untuk menyerang bagian barat Mosul. Hingga saat ini ISIS masih bertahan di daerah-daerah barat Mosul.

Pasukan Irak juga bentrok dengan para militan jauh di selatan, dalam upaya mencari pijakan di tepi sungai Tigris yang pekan lalu mereka capai untuk pertama kalinya dalam operasi militer yang sudah memakan waktu tiga bulan ini.

Ofensif militer dukungan AS untuk memukul mundur ISIS dari Mosul yang merupakan benteng terakhir ISIS di Irak, melibatkan 100.000 tentara Irak, Kurdi dan milisi Syiah.

Jika sampai kehilangan Mosul, maka ISIS yang menguasai wilayah yang membentang dari Suriah ke Irak, akan menemui babak akhirnya, demikian dikabarkan Reuters.

Washinton DC – Apakah Musim Semi Arab (Arab Spring) tengah berubah menjadi musim gugur yang kelam? Dengan razia brutal di Syria, perang saudara berdarah di Libya, serta Yaman yang terhuyung-huyung di tubir kekacauan, jumlah orang yang skeptis pun bertambah. Sekalipun gerakan prodemokrasi di Mesir dan Tunisia berhasil mengubah rezim dengan cepat, ketidakpastian juga masih membayangi negara-negara tersebut. Sesudah sejenak masa penuh harapan, banyak pengamat kini bertanya-tanya apakah kawasan tersebut mampu melahirkan demokrasi yang berjalan baik seiring dengan perekonomian yang sehat.
Sri Mulyani Indrawati

Revolusi dan dampak ikutannya tentu saja selalu merupakan masa-masa yang cair dan penuh gonjang-ganjing, dan hasilnya kerap bagai telur di ujung tanduk. Menjembatani jurang luas antara ekspektasi yang tinggi dan kenyataan tentang terbatasnya anggaran serta kemampuan merupakan ujian tersendiri. Menebus ketidakadilan di masa lampau dan membangun perekonomian yang menawarkan peluang bagi semua orang merupakan tantangan-tantangan besar pula, penuh dengan kerentanan, ketidakpastian, dan ancaman oportunisme politik.

Namun transisi juga merupakan saat-saat penuh kesempatan besar. Pada 1990an, saya termasuk orang Indonesia yang menuntut dan merayakan lengsernya otokrat kami, Soeharto, dan saya bergabung dengan pemerintahan yang baru sesudah ia menyingkir. Banyak pengamat memprediksi bahwa Indonesia, negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar sedunia, takkan mampu mempertahankan demokrasi dan pada akhirnya akan jatuh dalam kekacauan. Tugas yang menghadang kami tampak menakutkan. Namun kami buktikan bahwa para skeptis itu keliru, dan memetik beberapa pelajaran mendasar dari sana.

Barangkali yang terpenting, kami belajar bahwa demokratisasi tak punya “cetakan” solusi. Masing-masing negara di Timur Tengah dan Afrika Utara akan menghadapi tantangan yang unik, yang harus ditangani dengan caranya sendiri-sendiri. Meski demikian, mereka semua harus membuat keterputusan riil dan simbolik dengan masa lalu. Pemerintahan yang baru harus mengirim isyarat kuat bahwa cara-cara lama telah berakhir.

Perubahan harus diwujudkan secara formal, dengan hukum-hukum baru yang dipublikasikan secara luas. Aturan yang memberdayakan warga dengan kebebasan berekspresi, pemilu yang bebas dan independen, serta kebebasan berserikat amatlah penting, dan harus diperjelas ke depan umum bahwa tak ada seorang pun yang mengatasi hukum. Tanpa ini transisi akan dilemahkan.

Lebih lagi, korupsi adalah racun bagi pembangunan di mana pun, jadi pemerintahan yang baru harus bergerak cepat menetapkan institusi-institusi serta prosedur-prosedur untuk memeranginya. Transparansi dan akuntabilitas adalah ide-ide perkasa dengan dukungan yang nyaris universal sifatnya, yang artinya para pemimpin baru ini tidak semestinya menyerah ketika pertarungan menjadi sulit. Organisasi-organisasi masyarakat sipil, komunitas-komunitas lokal, perwakilan kaum miskin dan lemah, serta kaum perempuan memainkan peran vital dalam hal ini, dan mereka harus dilibatkan dalam setiap tataran pengambilan keputusan.

Di Indonesia, kami menandatangani seratus undang-undang kurang dari 18 bulan, mencakup apa saja mulai kebebasan media massa hingga pemilu, korupsi, desentralisasi, dan aturan-aturan anti-trust. Kami meratifikasi aturan keuangan publik yang baru dan memastikan independensi bank sentral negara kami.

Pemimpin yang baru juga harus mengantisipasi dan mengelola kemunduran. Pada masa pascarevolusi, ekspektasi begitu tinggi, dan rintangan untuk memenuhinya juga besar. Saya tahu dari pengalaman pribadi bahwa kita tidak selalu punya keleluasaan untuk mencapai keluaran terbaik. Kita harus berkompromi dan menetapkan hasil terbaik yang memungkinkan.

Ancaman keamanan termasuk kendala paling serius dalam masa transisi. Sentimen nasionalistik menguat, dan para politisi serta kelompok kepentingan bisa mengeksploitasinya. Kerapkali, pasukan keamanan merupakan peninggalan rezim lama, sementara sistem pengadilan yang independen belum ada. Reformasi akan makan waktu, dan birokrasi lama bisa jadi takkan mampu mengimplementasikannya.

Di Indonesia, kami memakai pelbagai inovasi untuk mengelola dilema-dilema macam itu. Misalnya, kami menunjuk hakim independen untuk mengambil alih pengadilan kepailitan dan korupsi, sebab hakim karir telah terlampau ternoda. Sama halnya, ketika kami memulai program cash-for-work sebagai bagian dari agenda pengentasan kemiskinan, kami meminta komunitas masyarakatlah yang menjalankan inisiatif-inisiatif ini.

Lebih luas lagi, pemimpin baru sangat disarankan agar menjamin kinerja perekonomian berjalan baik. Penting kiranya untuk memulihkan aktivitas perekonomian dan menciptakan lingkungan yang mendukung kewirausahaan, terutama usaha-usaha kecil menengah, yang merupakan mesin penciptaan lapangan kerja yang utama. Revolusi-revolusi mutakhir ini, perlu diingat, bermula dari pengurbanan diri seorang pedagang buah Tunisia, yang dilecehkan dan direndahkan oleh pihak berwenang.

Namun sukses ekonomi tanpa akuntabilitas dan inklusi sosial tidak akan berkelanjutan, dan pemerintahan yang baru kerap harus menghadapi pilihan-pilihan sulit demi melindungi kaum miskin dan lemah. Mereka bisa jadi perlu menghapuskan subsidi-subsidi salah sasaran untuk membebaskan sumber daya demi program-program pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja yang lebih tepat sasaran dan efisien.

Di Indonesia, kami harus menarik garis antara yang sangat miskin (the very poor) dengan yang mendekati miskin (the near-poor). Kami tak mampu menaikkan gaji atau memberi subsidi bagi semua orang. Bantuan pemerintah harus bersasaran. Jadi, saat kami membantu yang paling membutuhkan, kami kesampingkan pihak-pihak yang tidak cukup miskin untuk diberi bantuan. Ini pilihan yang sulit dan tak populer.

Terakhir, negara-negara dalam masa transisi membutuhkan dukungan—bukan hanya dana, namun juga pengetahuan teknis untuk menerapkan reformasi yang amat kompleks. Saat menjabat Menteri Keuangan Indonesia, saya punya 64.000 pegawai. Namun saat kami perlu memodernisasi sistem perpajakan, kami sama sekali tidak bisa mendapati keahlian yang diperlukan untuk itu di negeri kami.

Ya, kami butuh bantuan dari luar, namun kami takkan pernah menyerahkan “kepemilikan” proses reformasi ini; kami membuatnya berjalan untuk kami. Bila kami orang Indonesia tidak memikul tanggung jawab atas transisi kami sendiri, proses ini dengan gampang akan gagal. Itu jugalah pelajaran yang harus dicamkan oleh negara-negara dalam masa transisi.

Artikel asli dalam Bahasa Inggris bisa ditemukan di http://www.project-syndicate.org/commentary/indrawati1/English

Diterjemahkan oleh : Ronny Agustinus

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget