Independen.Net

Portal Berita Independen

Articles by "Jokowi"

Jokowi Bandung sertifikat tanah BPN

Independen.Net, Bandung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat yang menerima sertifikat tanah harus mengetahui dan hafal kepemilikan tanah yang dimilikinya.

“Yang pegang ini harus hafal ya. Pegang sertifikat, punya saya berapa ya. 432 misalnya atau 1.246. Jangan pegang sertifikat ditanya nggak ngerti kepemilikannya berapa,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri penyerahan sertifikat tanah di Graha Batununggal Indah, Bandung Kidul, Bandung, Rabu (12/4) siang.

Dengan memiliki sertifikat, lanjut Presiden, artinya hak hukum kepemilikan tanah menjadi jelas.  “Buktinya ini ada. Tidak diklaim oleh orang lain,” tambah Presiden.

Menurut Presiden, sertifikat ini bisa disimpan atau digunakan untuk mencari modal ke bank. Namun, Presiden Jokowi mengingatkan jangan digunakan untuk membeli motor atau mobil yang tidak produktif.

“Boleh meminjam dari bank. Tapi kalau dapat gunakan untuk hal-hal yang produktif. Yang bisa menghasilkan Sehingga bisa nanti mengangsur ke bank, bisa mencicil ke bank. Hati-hati. Kalau memang hitungannya nggak masuk jangan dipaksakan,” tutur Presiden Jokowi.

Target Penyelesaian Sertifikat Tanah

Dari 19 juta bidang tanah di Jawa Barat yang harusnya memiliki sertifikat, baru sekitar 6 juta bidang tanah yang sudah memiliki sertifikat. Untuk itu, Presiden Jokowi memerintahkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil untuk secepatnya diselesaikan hal-hal yang berkaitan dengan sertifikat tanah di seluruh Indonesia.

Dari 126 juta bidang tanah di Indonesia, menurut Presiden, baru sekitar 40 persen atau 46 juta tanah yang memiliki sertifikat. Inilah yang menyebabkan terjadi konflik tanah atau sengketa di antara masyarakat.

“Biasanya setahun hanya 500 ribu. Tahun ini saya perintahkan kepada Menteri, saya minta 5 juta harus rampung seluruh Indonesia. Tadi di Jawa Barat sendiri berapa 370 ribu sertifikat harus keluar tahun ini,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan bahwa kerja harus dikontrol, dicek, dan dihitung, kalau tidak, tidak akan selesai masalah sertifikat tanah dan yang dirugikan rakyat.

Total penerima sertifikat tanah di Provinsi Jawa Barat antara lain sebanyak 2008 sertifikat, yang berasal dari 20 Kota/Kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung (331 sertifikat), Kabupaten Bandung (200 sertifikat), Kota Cimahi (122 sertifikat), Kabupaten Cianjur (125 sertifikat), Kabupaten Bandung Barat (450 sertifikat), Kabupaten Sukabumi (120 sertifikat), Kota Sukabumi (75 sertifikat), Garut (175 sertifikat), Purwakarta (280 sertifikat), dan Sumedang (110 sertifikat). (RMI/GUN/ES)

Presiden Jokowi Cihampelas Bandung bersama Ridwan Kamil

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi pada pembangunan Teras Cihampelas (Skywalk Cihampelas) yang didesain dan dikerjakan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Teras Cihampelas disebut Presiden Jokowi sebagai model penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang baik dan contoh penataan kota yang baik. Khususnya yang sudah tidak memiliki lahan untuk penataan.

“Saya kira sebuah penghargaan yang sangat baik terhadap pedagang kaki lima. Penataan, penempatannya juga betul-betul ditata sangat rapi. Dan ini juga menjadi daya tarik wisatawan dalam negeri maupun luar,” kata Presiden Jokowi saat mengunjungi Teras Cihampelas, Bandung, Rabu (12/4).

Presiden Jokowi melihat Teras Cihampelas menjadi ruang publik yang baik bagi masyarakat untuk dapat berinteraksi. Terlebih untuk penataan kota-kota yang sebelumnya sulit ditemukan ruang publik.

“Pedagang kaki limanya ditata dengan rapi, menarik dan itu tentu saja akan semakin menarik pembeli, menarik pelanggan untuk datang ke sini,” sambung Presiden seraya menambahkan, Bandung memang memiliki kekuatan khususnya di souvenir, cinderamata, fashion kaos, jaket, dan tas.

“Saya kira kekuatannya di situ dan itu nampak di daerah Cihampelas sini,” lanjut Presiden.

Presiden juga melihat penyajian kuliner di warung-warung dan kios-kios kuliner yang ditata rapi dan bersih adalah sebuah kenyataan usaha mikro, usaha kecil, dan pedagang kaki lima yang betul-betul diperhatikan oleh pemerintah Kota Bandung, sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Saya kira kota-kota yang lain bisa lihat lah. Ngopi itu kan paling mudah. Datang, dilihat, sudah di-copy,” pungkas Presiden.

Setelah mengunjungi Teras Cihampelas, Presiden akan menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah di Graha Batununggal Indah, Bandung Kidul, Bandung. (RMI/GUN/ES)


Independen.Net, Bandung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sebanyak 157 Kartu Indonesia Sehat (KIS), 250 Kartu Indonesia Pintar (KIP), 450 Kejar Paket A, B, dan C,  239 Program Keluarga Tambahan (PKH), dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada 100 ibu-ibu hamil, 100 anak balita, dan 100 anak sekolah di Bandung.

Pemberian KIP, KIS, PKH, dan PMT itu merupakan pemenuhan janji Presiden Jokowi kepada Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil,” beberapa waktu lalu.
“Hari ini saya bisa hadir di sini. Jadi janji saya, saya penuhi Pak Wali,” kata Presiden Jokowi di Taman Pandawa, Cicendo, Bandung, Rabu (12/4) siang.

Untuk Berobat

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat yang memiliki Kartu Indonesia Sehat agar digunakan untuk berobat jika sakit.

“Kalau sakitnya batuk ya ke Puskesmas, jangan langsung ke rumah sakit. Nanti kalau dicek, waduh ini kok sakitnya agak berat, baru dirujuk ke rumah sakit, dan enggak bayar kalau pegang ini,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengajak masyarakat yang menemukan pelayanan kesehatan yang tidak baik agar melaporkan ke pemerintah.

“Tolong dilaporkan. Bisa lapornya ke Pak Wali Kota bisa. Bisa lapornya ke Pak Gubernur bisa. Bisa lapornya ke Bu Menteri bisa. Kalau masih enggak ditanggapi lagi, bisa lapornya ke Presiden,” tegas Presiden.

Meski masyarakat yang memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak membayar pelayanan kesehatan, lanjut Presiden, pemerintah melalui BPJS Kesehatan yang membayar ke rumah sakit.

“Kalau dilayani tidak baik, hati-hati, dokternya hati-hati, Direktur rumah sakitnya hati-hati. Kalau diulang-ulang terus. Ya apa, saya akan perintah dicopot. Setuju enggak? Melayani saja kok enggak baik pada rakyat” tegas Presiden.

Ditambahkan Presiden, masyarakat yang mendapat KIP akan memperoleh Rp450 ribu untuk SD, Rp750 ribu untuk SMP, dan Rp1 juta untuk SMA/SMK.

Presiden berpesan agar uang tersebut digunakan untuk membeli peralatan sekolah (buku, sepatu, seragam, tas) dan tidak boleh digunakan untuk membeli pulsa.

Sementara kepada ibu-ibu hamil dan anak-anak sekolah, Presiden mengingatkan bahwa pemberian makanan tambahan adalah investasi jangka panjang.

“Nanemnya sekarang, tapi panennya nanti 30 tahun, 40 tahun yang akan datang. Karena kalau ibu-ibu hamil gizi yang ada di kandungan tidak dirawat dengan baik, anak kita menjadi nanti tidak sehat ke depan, menjadi tidak pintar,” jelas Presiden.

Ia menuturkan, untuk ibu dengan umur kehamilan 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan bisa mengkonsumsi 2 keping per hari. Untuk ibu hamil, umur kehamilan 4 bulan hingga 9 bulan bisa mengkonsumsi 3 keping per hari.

Untuk balita, umur 6 sampai 11 bulan mengkonsumsi roti biskuit 8 keping per hari. Untuk umur 1 tahun hingga 5 tahun bisa mengkonsumsi 12 keping per hari. Untuk anak-anak sekolah, roti biskuit bisa dikonsumsi 6 keping per hari.

“Jangan sampai anaknya terlalu kurus. Ini saya kira terlalu kurus ini. Kayak saya dulu waktu masih kecil. Sekarang juga masih kurus. Sudah, nanti kalau ditambah ini anak pasti akan menjadi normal,” sambung Presiden.

Ke depan, Presiden berharap anak-anak bangsa kita bisa bersaing dan memenangkan kompetisi dengan negara lain. Presiden percaya jika anak-anak sudah dibekali dari sekarang dengan gizi yang baik dan menjadi sehat, akan bisa memenangkan kompetisi.

“Jangan sampai kita kalah dalam berkompetisi,” tegas Presiden.

Untuk program keluarga harapan, pemerintah akan memberikan Rp1.890.000,- per tahun yang bisa diambil selama 4 kali di bank yang ditunjuk.

Presiden mengingatkan agar sebelum mengambil uang, masyarakat sudah merencanakan untuk apa uang tersebut akan digunakan dan jangan digunakan untuk membeli rokok.

“Untuk tambahan gizi anak bisa, untuk pendidikan anak bisa, untuk mbayar apa bisa, entah untuk tambahan usaha kecil-kecilan bisa,” tambah Presiden.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Kesehatan, Nila Moeloek menegaskan bahwa pemberian makanan tambahan ini diberikan agar sumber daya manusia dan masyarakat menjadi sehat, cerdas dan dapat membawa negara menjadi negara kuat yang bisa dimulai dari ibu hamil.

Pada kesempatan ini, Presiden juga memberikan hadiah sepeda kepada anak-anak dan masyarakat yang berhasil menjawab pertanyaan Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (RMI/GUN/ES)

Jokowi di Bandung

Independen.Net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Bandung, Rabu (12/7) pukul 09.35 WIB, dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Bandung, Jawa Barat untuk kunjungan kerja.

Di Bandung, Presiden akan membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Taman Pandawa Kelurahan Arjuna, Kecamata Cicendo.
Selanjutnya, Presiden akan mengunjungi Teras Cihampelas (Skywalk Cihampelas), didampingi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Presiden juga akan menyerahkan sertifikat hak atas tanah program strategis nasional di Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.

Presiden dan Ibu Negara Iriana dijadwalkan akan bermalam di Kota Bandung, dan esok harinya melanjutkan kunjungan kerja ke Cirebon.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam kunjungan kerja ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. (RMI/ES)

Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bengkayang
Siswa SD di Kabupaten Bengkayang Propinsi Kalimantan Barat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespon video para pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, yang menjadi viral di media sosial.

Dalam video itu, terlihat 4 (empat) pelajar SD yang meminta bantuan tas sekolah kepada Presiden Jokowi untuk keperluan mereka.

Presiden pun langsung mengirim bantuan yang diminta tersebut melalui sekretaris pribadinya. Adapun tim yang ditugaskan untuk mengirimkan bantuan tersebut berangkat pada Kamis (6/4) pekan lalu.

“Presiden telah melihat video itu dan langsung memerintahkan Sespri untuk mengirim bantuan,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi, Rabu (5/4) pekan lalu, di Jakarta.

Melalui tim yang diutusnya tersebut, sejumlah paket bantuan telah dikirimkan. Selain tas sekolah sebagaimana yang diminta oleh 4 (empat) pelajar SD sebelumnya, Presiden juga mengirimkan bantuan lain untuk tiap pelajar seperti buku tulis sebanyak 10 buah, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, rautan, buku gambar, krayon, tempat pensil, tempat makan dan minum, sandal, serta satu set seragam sekolah termasuk topi dan dasi.

Bantuan yang diberikan tersebut tak hanya ditujukan untuk keempat pelajar SD yang meminta tas sekolah kepada Presiden. Kepala Negara juga mengirimkan paket bantuan tersebut kepada pelajar-pelajar lainnya dan juga paket bantuan untuk sekolah yang berada di Kabupaten Bengkayang.

Sebanyak 135 paket bantuan telah disiapkan untuk para pelajar di SDN 04 Sungkung, 148 paket untuk para pelajar di SDN 11 Senebeh, 168 paket untuk para pelajar di SDN 10 Medeng, dan sebanyak 151 paket bantuan untuk para pelajar di SDN 09 Senoleng.

Untuk setiap sekolah, Presiden memberikan paket bantuan yang berisikan 4 set foto Presiden dan Wakil Presiden, 2 bendera merah putih, buku soal-soal, 10 kotak kapur tulis, 2 penghapus papan tulis, 2 atlas, 2 peta dunia, dan 100 papan alas ujian.

Bantuan tersebut dibagikan serentak Senin (10/4) lalu, pukul 09.00 WIB. Bantuan untuk SDN 04 Sungkung diterima oleh Kepala Sekolah Baring Susanto. Untuk SDN 09 Senoleng diterima oleh Kepala Sekolah Kasianus, bantuan untuk SDN 10 Medeng diterima oleh Guru Kelas Musa dan bantuan untuk SDN 11 Senebeh diterima oleh Guru Kelas Gabriel.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Presiden Jokowi merupakan salah satu pemimpin negara yang cukup aktif di media sosial. Bagi Presiden Jokowi, aktif di media sosial merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi langsung dengan rakyatnya.

Melalui media sosial pula, Presiden dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh rakyat, sebagaimana dilakukan saat merespon video dari siswa SD di Bengkayang itu. (BPMI Setpres/ES)

Jokowi, Jusuf Kalla, Sri Mulyani, Darmin Nasution
Presiden Jokowi berdiskusi dengan Wapres, Menkeu, dan Menteri PUPR sebelum Ratas Pembiayaan Infrastruktur di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (11/4)

Independen.Net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah menginginkan seluruh program infrastruktur prioritas nasional harus bisa diselesaikan pada 2018 mendatang.

“Pembangunan infrastruktur tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena begitu kita undur, kita tunda, pembiayaan untuk itu akan semakin besar. Kita ingin ini juga mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kita,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas Pembiayaan Infrastruktur, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (11/4) sore.
Untuk itu, Presiden mengaku dirinya ingin mengetahui yang sekarang ini sedang berjalan, baik yang bersumber pada APBN, yang bersumber pada non anggaran pemerintah, baik swasta murni, BUMN murni, maupun di PPP-KPBU dengan jaminan non anggaran pemerintah.

“Ini penting sekali kita selesaikan, kita bahas pada sore hari ini,” ujar Presiden.

BUMN dan BUMD

Soal anggaran proyek infrastruktur itu, menurut Presiden Jokowi, jika swasta tidak mau membiayai investasi, bisa ditawarkan opsi skema PPP, Public Private Partnership atau KPBU, atau mungkin juga kerja sama BUMN, dengan BUMD, dengan swasta.

Jika tidak ada yang mau mengambil peluang-peluang itu, lanjut Presiden, maka bisa diberikan penugasan ke BUMN atau BUMD, dan pilihan terakhir baru ditempuh dengan pembiayaan dari APBN atau APBD.

“Saya kira proses-proses di BUMN, sekuritisasi untuk mendapatkan anggaran yang fresh, uang yang fresh dari pasar, ini juga bisa kita lakukan, sehingga juga bisa mempercepat pembangunan infrastruktur, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di luar Jawa,” tutur Presiden.

Presiden melihat di lapangan, kendala dan masalah-masalah juga tidak banyak masalah, masalah kecil-kecil terutama yang berkaitan dengan pembebasan lahan.

Tetapi apapun, kata Presiden Jokowi, yang berkaitan dengan pembiayaan ini akan didetailkan lagi, utamanya untuk kereta ringan Light Rail Train (LRT) Jabodetabek dan juga yang berkaitan dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Demikian juga mengenai Kereta Kencang Jakarta-Surabaya dan jalan-jalan tol yang mungkin, menurut Presiden, kalau ada sedikit kesulitan pembiayaan agar disampaikan dalam Rapat Terbatas itu.

Rapat Terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FID/RAH/ES)

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla ratas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar pelaksanaan pembagian dari redistribusi aset maupun reforma agraria bisa segera dirumuskan, cara pembagian seperti apa, distribusinya seperti apa, siapa yang diberi, berapa hektar, tiap apa, kelompok tani atau kelompok nelayan, atau rakyat, atau pondok pesantren, sehingga menjadi jelas.

“Kemudian  siapa yang mendampingi, agar yang sudah dibagi itu menjadi produktif, dan skemanya seperti apa agar tidak bisa dijual,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas Lanjutan Pembahasan Kebijakan Pemerataan Ekonomi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (11/4) siang.

Setelah reforma agraria redistribusi aset, Presiden mengingatkan juga masalah yang berkaitan dengan akses permodalan. Siapa yang mendampingi mereka. Sementara yang berkaitan dengan penguatan keterampilan, bukan masalah vocational school, tetapi vocational training, yang seperti apa.

“Ini harus segera konkret, sehingga proses-proses pendataan dan penataan program ini betul-betul, terutama di redistribusi aset, betul-betul segera harus kita kerjakan,” tutur Presiden.

Menurut Presiden, pada 24 April nanti akan ada Kongres Ekonomi Umat. Pada saat itu, Presiden berharap sudah ada yang dibagi. “Ini nanti menjadi kewenangan dari Menteri BPN dan Menteri KLH, sehingga akan menjadi jelas. Pak Menko, ini sudah mepet, jadi kalau itu bisa, akan lebih baik,” ujarnya mengingatkan.

Ditegaskan Presiden Jokowi, dirinya hanya ingin agar ini betul-betul tepat sasaran dan mampu menyentuh 40% masyarakat yang masih berada di ekonomi yang terbawah.

“Saya minta 9 juta hektar tanah yang akan ditata kepemilikannya lewat reforma agraria ini betul- betul jelas, di mana lokasinya, berapa luasnya, kondisinya seperti apa, siapa yang menjadi target, sudah langsung konkret saja,” tegas Presiden Jokowi.

Kemudian yang berkaitan dengan redistribusi aset, Presiden minta juga agar  jelas siapa yang diberi, diberi di mana, dan akan dipakai apa. “Ini cepat-cepatan, tetapi terkonsep, terencana, dan pelaksanaannya segera,” pinta Presiden.

Presiden mengingatkan, dirinya tidak mau ini dilihat sebagai program bagi-bagi lahan atau bagi-bagi tanah. Ia menegaskan, ini adalah program yang terintegrasi untuk peningkatan produktivitas, untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang di bawah.

Rapat terbatas ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menperin Airlangga Hartarto, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. (FID/RAH/ES)

Baca juga : Presiden Jokowi : 4,9 juta hektar tanah akan dibagikan kepemilikannnya kepada rakyat

Saldi Isra Hakim MK baru
Hakim MK yang baru dilantik, Saldi Isra, bersalaman dengan Ketua MK Arif Hidayat, usai pengucapan sumpah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sumpah Saldi Isra sebagai Hakim Konstitusi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 40/P Tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4) pukul 10.00 WIB.

Saldi Isra ditetapkan menjadi Hakim Konstitusi periode 2017-2022 untuk menggantikan Patrialis Akbar setelah melalui serangkaian proses seleksi yang dilakukan oleh Pansel Hakim Konstitusi yang dibentuk Presiden Jokowi, Februari lalu.
Presiden Jokowi pelantikan Saldi Isra Hakim MK
Presiden Jokowi melantik Saldi Isra Hakim MK di Istana Negara

Setelah melantik Saldi Isra, Presiden Jokowi juga melantik dan mengambil sumpah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 43 Tahun 2017, serta Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Presiden Jokowi pada pelantikan anggota KPU dan Bawaslu

Anggota KPU RI masa jabatan 2017-2022 yang dilantik oleh Presiden Jokowi adalah:
1. Pramono Ubaid Tanthowi
2. Wahyu Setiawan
3. Hasyim Asy’ari
4. Ilham Saputra
5. Viryan
6. Evi Novida Ginting Manik
7. Arief Budiman.

Adapun anggota Bawaslu RI masa jabatan 2017-2022 yang dilantik oleh Presiden Jokowi adalah:
1. Ratna Wewi Petalolo
2. Mochammad Afifudin
3. Rahmad Bagja
4. Abhan
5. Fritz Edward Siregar. (DND/ES)


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras yang dialami oleh salah satu Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, usai melaksanakan salat subuh di masjid dekat kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4) pagi.

Jokowi

Presiden menilai, tindakan penyiraman air keras itu merupakan tindakan brutal. Untuk itu, Presiden memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencari pelakunya.


“Saya perintahkan kepada Kapolri untuk mencari siapa pelakunya,” kata Presiden Jokowi usai mengambil sumpah Hakim Konstitusi Saldi Isra di Istana Negara, Selasa (11/4) siang.

Presiden menegaskan, jangan sampai orang-orang yang punya prinsip teguh seperti Novel Baswedan dilukai dengan cara-cara yang tidak beradab.

Agar tidak terulang lagi kejadian kriminal seperti ini, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa semua Penyidik KPK harus waspada, tetap semangat bekerja. (DND/RAH/ES)

Independen.Net - Di Sulawesi Tenggara (Sultra), pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 tumbuh sebesar 6,51%. Pertumbuhan yang cukup tinggi yang ditopang oleh tiga sektor unggulan, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memberikan kontribusi 24,3% dan diikuti oleh sektor pertambangan dengan kontribusi 19,35% dan sektor konstruksi dengan kontribusi 14,02%.
Ratas pengembangan Sulawesi Utara

Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengantar awal pada Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/4).


Momentum pertumbuhan di sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan, lanjut Presiden, harus terus dijaga agar bisa tumbuh dan berkelanjutan juga tumbuh secara berkualitas.

“Untuk itu perlu dikembangkan lagi komoditas unggulan di sektor pertanian dan perkebunan.  Di Sulawesi Tenggara seperti komoditas kakao di Kabupaten Kolaka Timur. Dan saya minta APBN/ APBD untuk sektor pertanian agar diarahkan untuk pengembangan hortikultura, bukan hanya padi saja,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta dipercepat pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian, seperti pembangunan Bendungan Ladongi, Bendungan Pelosika, serta pembangunan infrastruktur irigasinya. Ia juga mengingatkan agar pembangunan infrastruktur irigasi harus sesuai dengan pengadaan sawah. Jangan sampai saluran irigasi dibangun tapi sawahnya tidak ada atau sebaliknya.
“Dan agar pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan maupun pengembangan sektor pertambangan bisa memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi Sulawesi Tenggara, maka perlu ditopang industri pengolahan,” tambah Presiden seraya menyampaikan meski industri pengolahan baru berikan kontribusi 6,1 persen, tapi sektor tersebut akan makin meningkat secara perlahan.
Untuk itu, Presiden memerintahkan perlu langkah-langkah terobosan dengan pengembangan kawasan-kawasan industri, seperti kawasan industri Konawe yang dirancang terintegrasi dan bisa terhubung dengan pelabuhan.
Selain ketiga sektor tersebut, Presiden menganalisis bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sektor yang sangat potensial yaitu sektor pariwisata, terutama yang berbasis potensi wisata bahari. Ia menyebutkan keindahan alam laut di Wakatobi bisa dikembangkan menjadi sebuah magnet yang sangat kuat untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara.
“Jika potensi wisata bahari tersebut bisa dioptimalkan, terutama dengan mempercepat pengembangan Wakatobi sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, memperlancar akses transportasi, dan konektivitas serta pembangunan infrastruktur pendukung, akselerasi pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara saya yakin akan semakin cepat,” pungkas Presiden di akhir pengantar Ratas.

Turut mendampingi Presiden dalam Rapat Terbatas tersebut, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, KSP Teten Masduki, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menperin Airlangga Hartarto, Mendag Enggartiasto Lukita, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menhub Budi Karya Sumadi, Menkes Nila Moeloek, Menristek Dikti M Nasir, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Mendikbud Muhadjir Effendy, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BPKP Ardan Adiperdana, Gubernur Sultra Nur Alam.(DNA/FID/JAY/EN)

Presiden Jokowi di Adi Soemarno Solo
Presiden Jokowi saat melakukan groundbreaking kereta Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah, Sabtu (8/4). (Foto: Humas/Fid)

Presiden Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan kereta api Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (8/4) pagi.

Presiden meminta pembangunan kereta yang menghubungkan Boyolali, Solo, Madiun, dan Yogya ini harus selesai pada 2018 mendatang.

“Memang waktu yang mepet tetapi pagi tadi saya tegaskan lagi tidak boleh mundur dari 2018. Tadi mau naik masih dibisikin, Pak ini yang berat pembebasan lahan. Ndak! Ini ada bupati di sini, tanggung jawabnya bupati, tanggung jawabnya wali kota. Siap-siap betul. Karena yang mendengarkan banyak,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengingatkan, persaingan antar negara saat ini sangat sengit sekali, bukan sangat keras tapi juga sangat sengit. “Negara yang memiliki daya saing tinggi, negara yang efisien, negara yang cepat melayani, itulah yang akan memenangkan pertarungan nantinya dan kita,” tutur Presiden.

Sebagai negara besar, tegas Presiden, Indonesia tidak mau ditinggal. Kita mau memenangkan persaingan itu, memenangkan kompetisi itu. Oleh sebab itu semua hal yang berkaitan dengan moda, semua hal yang berkaitan dengan transportasi, baik pelabuhan, baik darat, baik udara, semuanya harus efisien.

“Rakyat, masyarakat, pengguna, semuanya diberikan pilihan-pilihan. Mau naik taksi silakan ada, mau naik bus silakan ada, pengen kereta api ini ada, pengen LRT ini ada. Inilah pilihan-pilihan yang harus disediakan oleh negara oleh pemerintah. Agar apa? Agar efisien, agar memiliki daya saing,” ujar Presiden Jokowi.

Airport Besar

Presiden Jokowi menjelaskan, bahwa Bandara Adi Soemarmo akan menjadi airport yang besar. Terminalnya sebagaimana disampaikan oleh Menteri Perhubungan, yang terminalnya menjadi 26.000 meter persegi. Run away-nya dari 2.600 tambah lagi menjadi 3.000. Juga 2018 harus selesai.

“Kerja mesti diberi target, kalau ndak nanti mundur-mundur, mundur-mundur, akhirnya enggak rampung. Atau mundur-mundur, terus mangkrak. Ini yang enggak boleh,” tegas Presiden.

Kenapa kita bekerja cepet-cepetan seperti ini, menurut Presiden, karena negara lain sudah meninggalkan kita. Negara-negara kanan kiri kita sudah meninggalkan kita. Kalau kita tidak kejar, kita hanya bekerja satu shift, jangan kaget sekarang kita sudah ditinggal.

“Jelas Singapura meninggalkan kita, Malaysia meninggalkan kita, Vietnam pun sudah meninggalkan kita. Kita harus mengejar mereka. Tidak ada pilihan kalau kita ingin memenangkan persaingan, ingin memenangkan kompetisi,” tutur Presiden.

Usai memberikan sambutan, Presiden Joko Widodo menekan sirine dan melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan kereta Bandar Udara Adi Soemarmo.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerja kali ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Tengan Ganjar Pranowo, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, Wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo, dan Bupati Boyolali Seno Samodro. (DNA/FID/ES)

Baca juga: 2018 Adi Soemarno Solo Punya Kereta Bandara

Pemerintah menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembatalan wewenang Menteri Dalam Negeri untuk mencabut Peraturan Daerah (Perda).

Pembatalan tersebut berlaku setelah MK mengabulkan uji materi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang diajukan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan sejumlah pihak.
Mahkamah Konstitusi
Meski demikian, dalam rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin dsiebutkan Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa penyederhanaan regulasi tersebut untuk memperbaiki iklim investasi di tanah air.

"Kita juga sangat menghargai apa yang diputuskan MK tapi apapun kita memerlukan sebuat penyederhanaan perizinan, percepatan perizinan dalam rangka investasi sehingga akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi di negara kita," ujar Presiden di lokasi Pembangunan Jalan Tol Bawen Salatiga di Kecamatan Bawen, Sabtu 8 April 2017.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pemerintah pusat telah membatalkan ribuan Perda yang dinilai menghambat iklim investasi. Langkah tersebut tentunya diambil bukan tanpa sebab.

Presiden mengharapkan melalui kebijakan deregulasi tersebut, investasi dapat dengan mudah dijalankan di mana pada akhirnya kesejahteraan rakyat yang menjadi tujuan utama.

"Kita ini ingin menyederhanakan, ingin menghapus, ingin menghilangkan hambatan-hambatan dalam perizinan dan investasi baik pusat maupun daerah karena kita harus sadar bahwa kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tanggung jawab saya dari pusat sampai daerah itu semua harus diselesaikan," Presiden menegaskan.

Menanggapi pertanyaan jurnalis tentang langkah yang akan diupayakan dalam penyederhanaan regulasi pasca keputusan MK, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan penyederhaan regulasi dengan memperhatikan tinjauan aspek hukum yang berlaku.

"Akan terus kita lakukan (penyederhanaan regulasi), terus. Yang paling penting kita tetap melihat payung hukum yang ada, tidak boleh berhenti. Tapi kita harus menghormati hasil MK tadi," ucap Presiden. (Humas Kemensetneg)

Jokowi  Budi Karya Sumadi tol Bawen
Presiden Jokowi saat mendapat penjelasan di lokasi pembangunan Jalan Tol Bawen – Salatiga
Independen.Net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Insha Allah nanti 2018 akhir Jakarta – Semarang, Semarang – Solo, Solo – Surabaya akan tersambung ruas tol. Selanjuntya ke arah timur, Surabaya – Banyuwangi juga 2019 sudah selesai.

“Sambung dari ujung ke ujung di Jawa,” kata Presiden Jokowi usai meninjau lokasi pembangunan Jalan Tol Bawen – Salatiga di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/4) siang.

Pembangunan Jalan Tol Bawen – Salatiga itu, menurut Presiden, merupakan bagian dari jalan tol Jakarta ke Semarang, Semarang – Solo, Solo – Surabaya, Surabaya – Banyuwangi.

“Ini ruas Bawen – Salatiga yang sudah bertahun-tahun tidak bisa selesai karena masalah pembebasan lahan,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi mengaku bersyukur karena hampir rata-rata di setiap ruas, setiap seksi, 97 sampai 99 persen lahan ini sudah terbebaskan.

Menurut Presiden ada berbagai problem yang  dihadapi dalam pembangunan tol ini, misalnya di ruas Bawen – Salatiga, di Tuntang, problem paling berat  berhadapan dengan bukit-bukit yang memerlukan pemotongan. Kemudian membawa tanah itu menuju tempat yang lain.

“Ini seperti tadi saya sampaikan, hampir 2 juta meter kubik yang harus dipindahkan. Ini baru selesai, masih sisa 140.000 meter kubik, juga harus diselesaikan,” pungkas Presiden Jokowi.

Walaupun gerimis, warga sekitar tampak sangat antusias menyambut kedatangan Presiden yang dalam kesempatan itu didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Dalam perjalanan menuju lokasi kunjungan berikutnya, Presiden Jokowi pun menyempatkan diri untuk turun menyapa warga dan membagikan buku.

Dalam peninjauan ini Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
(DNA/FID/ES)

kereta bandara adi soemarno prototype
Jokowi dalam kereta prototipe bandara Adi Soemarno Solo
Solo akan memiliki infrastruktur baru berupa sarana transportasi terintegrasi. Dari bandara tersedia jalur kereta api langsung ke pusat kota. Kapasitas bandara juga meningkat dengan perpanjangan landasan dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter. Targetnya, semua pembangunan itu selesai pada  2018.

"Kita mau memenangkan kompetisi global dengan memiliki daya saing tinggi. Semua hal yang berkaitan dengan transportasi baik laut, darat, dan udara semua harus efisien," ujar Presiden Joko Widodo pada acara dimulainya pembangunan Perkeretaapian Bandara Adi Soemarmo, Solo, Sabtu 8 April 2017.

"Di banyak negara maju, dari bandara langsung ada kereta mau ke mana saja. Ini sambungan antarmoda yang akan mengefisienkan sekaligus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Masyarakat punya pilihan beragam," Presiden menjelaskan.

Indonesia tentu harus mencapai efisiensi serupa itu. Itu sebabnya Pemerintah mempercepat dan memperbanyak  pembangunan sarana transportasi yang terintegrasi. Salah satunya adalah pengembangan sarana transportasi terintegrasi di Solo tersebut, seperti dilansir Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Bandara Adi Soemarmo, sebagaimana disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, akan menjadi bandara besar dengan terminal seluas 13.000 m2 yang akan diperluas menjadi 26.000 m2 dengan kapasitas 1.525.013 penumpang per tahun yang akan dikembangkan secara bertahap dalam dua tahun.

Presiden berpesan agar masalah pembebasan lahan tidak menjadi hambatan. "Itu tanggung jawab bupati dan walikota, harus siap-soal. Kita memang bekerja seperti itu, kenapa? Karena negara lain sudah meninggalkan kita,"  Presiden menegaskan.

Selain itu, "Masyarakat harus paham dan memberikan dukungan penuh. Pembebasan lahan juga harus cepat karena ini untuk kepentingan rakyat banyak," ucapnya.

Kepada para jurnalis yang hadir dalam acara tersebut, Kepala Negara menegaskan bahwa pembangunan sarana transportasi terintegrasi di Solo akan langsung dimulai.  "Terminalnya juga segera dimulai oleh Angkasa Pura I. PT Inka langsung mengerjakan keretanya di Madiun," tuturnya usai acara.

Hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Humas Kemensetneg)

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo pada Selasa ini, 4 April 2017, mengumpulkan seluruh anggota Kabinet Kerja dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta. Kali ini, Presiden bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajarannya fokus membahas tentang pagu indikatif RAPBN 2018.

Dalam arahannya, sebelum mendengarkan pemaparan Menteri Keuangan mengenai pagu indikatif RAPBN 2018, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dengan volume belanja Negara yang akan mencapai diatas Rp2.200 triliun, maka fokus dan perhatian harus betul-betul diarahkan untuk mencapai target-target pembangunan.

"Terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sehingga bisa  menurunkan angka kemiskinan menjadi single digit, serta berdampak pada pengurangan kesenjangan antardaerah maupun ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin," ucap Presiden.

Arahannya yang pertama ialah menyangkut program infrastruktur prioritas nasional. Ia menegaskan bahwa pada 2018 mendatang, seluruh program prioritas nasional yang telah dicanangkan dan sedang dikerjakan saat ini harus dapat diselesaikan sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

"Sekali lagi, seluruh program infrastruktur nasional harus dapat diselesaikan di 2018 sehingga kita memiliki fondasi yang kuat, bukan saja untuk meningkatkan daya saing, tapi juga bisa meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi," ujar Presiden.

Tentu saja pertumbuhan ekonomi yang dimaksud oleh Presiden tak hanya berfokus pada angka pertumbuhan semata. Presiden mengingatkan agar jajarannya turut mengupayakan ekonomi yang berkeadilan dalam rangka menurunkan tingkat kesenjangan.

"Perlu saya ingatkan juga masalah pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Dorong agar program-program itu masuk ke sini (ekonomi berkeadilan). Masukkan ke sini hal-hal yang berkaitan dengan pengurangan 'gini ratio', pengurangan kesenjangan," Jokowi menegaskan. Hal ini berdasarkan rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Arahannya yang kedua ialah mengenai alokasi anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Menurut ketentuan, pemerintah wajib menyediakan alokasi anggaran sebesar 20 persen yang dikhususkan untuk sektor pendidikan. Agar alokasi anggaran pendidikan tersebut lebih terencana dan tepat guna, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Keuangan untuk membentuk dana abadi pendidikan (Sovereign Wealth Fund untuk pendidikan).

"Jangan semuanya dihabiskan tapi tidak tepat guna. Sudah, sekarang disisihkan sehingga kita akan memiliki dana pendidikan yang besar di situ. Ini investasi jangka panjang untuk anak cucu kita. Saya kira harus dimulai," kata Presiden.

Dana abadi pendidikan ini bertujuan untuk mengelola dana investasi pendidikan bagi generasi mendatang. Menteri Keuangan memperkirakan bahwa bila dimulai dari sekarang, pada 2030 mendatang Indonesia akan memiliki dana abadi pendidikan sekitar Rp400 triliun.

Sebagai arahannya yang ketiga, Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk menetapkan nilai maksimal bagi belanja barang. Ia menjadikan realisasi belanja tahun anggaran 2016 sebagai nilai maksimum bagi pembelanjaan barang kementerian dan juga lembaga.

"Kalau tidak dipastikan seperti ini pasti akan lari ke mana-mana. Kurangi belanja yang tidak efisien dan tidak sesuai dengan tujuan dan prioritas nasional," ujarnya.

Selanjutnya, sebagai arahan keempat, Presiden meminta jajarannya agar memastikan bahwa subsidi yang diberikan oleh pemerintah benar-benar tepat sasaran dan efisien. Ia menegaskan bahwa subsidi pemerintah hanyalah ditujukan bagi 40 persen lapisan masyarakat ekonomi terbawah.

"Jangan luput lagi entah yang namanya subsidi BBM, subsidi gas elpiji, subsidi pupuk, subsidi benih, dan yang lainnya. Jangan lari ke tempat-tempat yang lain. Apalagi justru dinikmati oleh lapisan menengah ke atas. Sudah, subsidi untuk yang 40 persen lapisan masyarakat ekonomi ke bawah," ucap Presiden.

Pengentasan kemiskinan memang selalu menjadi tujuan tiap negara. Maka itu, dalam arahannya yang kelima, Presiden meminta jajarannya untuk mengawal jalannya Program Keluarga Harapan (PKH) yang kini sedang berjalan. Program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah yang dianggap efektif dalam membantu keluarga prasejahtera.

"PKH ini merupakan salah satu program yang efektif mengurangi kemiskinan. Harus ada pendampingan, ada yang mengawal di situ. Saya minta juga agar ditingkatkan sasarannya dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga. Artinya di sini akan ada tambahan anggaran. Sekali lagi, ditingkatkan sasarannya dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga," tuturnya.

Selanjutnya, arahan keenam, terkait dengan sektor pertanian, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Pertanian untuk mengarahkan belanja pertanian kepada pengembangan tanaman hortikultura dan pembangunan sarana irigasi. Ia juga meminta Menteri Pertanian untuk memastikan subsidi pupuk tepat sasaran.

"Pembangunan infrastruktur irigasi harus sesuai dengan pengadaan sawah yang ada. Jadi jangan sampai irigasinya ada sawahnya tidak ada. Ini saya bicara seperti ini bukan tidak ada data, banyak seperti itu, irigasinya ada tapi sawahnya tidak ada. Bendungannya ada sudah bertahun-tahun tapi jaringan irigasi tidak ada, yang aneh-aneh seperti ini banyak di lapangan," Jokowi menambahkan.

Kemudian, arahan ketujuh, terkait dengan pembangunan di daerah, Presiden meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi perubahan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diberikan tiap tahunnya. Sebab, dalam menentukan besaran DAU yang diberikan, pemerintah akan memulai untuk menggunakan formula dinamis sesuai dengan jumlah pendapatan.

"Jadi tidak bisa pemerintah daerah dapat misalnya 1.000 miliar kemudian dipastikan pasti 1.000 miliar lagi tahun ini, tidak. Kalau pendapatan kita turun, ya dia juga harus mengikuti itu. Terlalu enak sekali, kita pontang-panting mencari pendapatan dan sering tidak tercapai kemudian DAU-nya di daerah tetap. Hal-hal seperti itu saya kira harus kita mulai agar semua memiliki peran yang sama dalam mengelola anggaran," Presiden menjelaskan.

Masih terkait dengan dana yang dikucurkan pemerintah pusat, dalam poin arahannya yang kedelapan, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan juga dimintanya digunakan untuk mengatasi kesenjangan ketersediaan layanan publik di daerah. Hal tersebut dilakukan dengan cara sinkronisasi program antardaerah dan antarsumber pendanaan.

Sementara itu, di hadapan jajarannya Presiden Joko Widodo memastikan akan terus memantau pemanfaatan dana desa yang telah dikucurkan. Ia juga memastikan bahwa alokasi anggaran bagi dana desa akan meningkat.

"Yang kesembilan mengenai dana desa. Ini dana desa akan semakin besar. Pantau terus efektivitas pelaksanaannya, terutama prioritaskan untuk peningkatan produktivitas dalam rangka mengurangi kemiskinan, memperbaiki infrastruktur, dan penciptaan lapangan pekerjaan di desa," ucapnya.

Terakhir, Presiden meminta para menteri untuk hadir langsung di lapangan dan memeriksa dengan detail program-program kerja di kementeriannya. Utamanya untuk mengawal dan memastikan program-program pemerintah yang terkait dengan Nawacita dapat diselesaikan pada 2018 ini.

"Jangan hanya diserahkan ke eselon I, eselon II, atau bahkan eselon III. Tolong semua menteri periksa sendiri, kawal sendiri program yang ada di kementerian secara detail. Jangan terjebak rutinitas," ia menegaskan.

Mengakhiri arahannya, Presiden sekali lagi mewanti-wanti jajarannya agar menggunakan anggaran yang ada sebagaimana mestinya. Ia meminta agar pencegahan dan tindakan tegas diberikan bagi para penyalahguna anggaran.

"Jangan ditawar-tawar lagi, pastikan bahwa seluruh APBN kita ini bebas dari korupsi. Lakukan pencegahan di kementerian dan lembaga masing-masing. Jangan ragu-ragu untuk bertindak keras dan tegas terhadap uang yang berada di APBN kita," tutupnya. (Humas Kemensetneg)

Jokowi bersama Kyai2
Presiden Jokowi menerima ulama dari berbagai daerah di tanah air, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/4) siang. (Foto: Humas/Rahmat)


Independen.Net - Usai memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima sekitar 20-an ulama dari berbagai daerah di tanah air, di antaranya K.H. Syukron Makmun, K.H. Sanusi Baco, Prof. Dr. Maman Abdurrahman, K.H. Ahmad Sadeli Karim,  K.H. Hasib Wahab Hasubullah, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/4) siang.

Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan peran dan seluruh usaha para ulama dalam membina umat Islam, dalam mengawal umat Islam, sehingga kita semuanya dapat memelihara semangat kebersamaan, semangat kedamaian.

“Ini juga berkat bimbingan para ulama dalam mendinginkan suasana di kotanya, di daerahnya, dalam menyejukkan kita semuanya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Presiden.

Presiden menitipkan pesan kepada para ulama agar kesejukan dalam mendinginkan situasi kota, daerah, maupun negara ini, terus dijaga bersama-sama antara ulama dan umaro (pemimpin), sehingga negara kita selalu dalam keadaan damai.

Hanya Kalah Dari India dan China

Dalam kesempatan Presiden Jokowi  menyampaikan secara umum sekilas kondisi ekonomi Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 lalu dalam kondidi baik, yaitu 5.02%.

Kalau dibandingkan dengan negara yang lain, dengan negara-negara G-20 misalnya, negara-negara besar, menurut Presiden, kita hanya kalah dengan India dan China.

Sementara posisi pengendalian harga yang tercermin dari inflasi, menurut Presiden, terus bisa kita jaga pada posisi 3,02%. Padahal, sebelumnya biasanya pada kondisi 8 –  9 persen. “Sehingga inilah yang akan terus kita lakukan dalam menjaga ekonomi negara kita,” ujar Presiden.

Tetapi,  tantangan terberat negara kita, bangsa kita, menurut Presiden, adalah masalah kesenjangan, masalah keadilan ekonomi, masalah pemerataan ekonomi.

“Memang tadi sudah kami sampaikan bahwa pertumbuhan ekonominya pada posisi 5,02, ini sangat baik kalau dibandingkan dengan negara-negara yang lain. Tapi memang pertanyaannya, sekarang yang banyak kami dengarkan dari kampung, dari desa, dari daerah, 5 persen itu yang mendapatkan siapa, Pak Presiden? Siapa yang mendapatkan? Apakah kita, apakah kami?,” ungkap Presiden seraya menambahkan, itulah yang perlu dijawab pemerintah dengan kebijakan dan program yang akan dilakukan.

Para ulama yang menemui Presiden Jokowi itu adalah: 1. K.H. Irfan Wahid (Ponpers Tebu Ireng, Jombang); 2. K.H. Sanusi Baco (Rois Syuriah NU, Sulsel); 3. Dr. Hardadi (Cendekiawan Muslim); 4. K.H. Syukron Makmun (Ponpes Darurohman, Jakarta); 5. K.H. Drs. Ahmad Musthofa (Ponpes Modern Pabelan, Magelang); 6. K.H. Abdullah Zaini (Ponpes Al Irsyad, Jakarta); 7. K.H. Muhtadi Dimyati (Ponpes Cidahu, Pandeglang, Banten); 8. Prof. Dr. Maman Abdurrahman (Ketua Majelis Penasihat Persis); 9. Dr. K.H. Jeje Jainudin (Wakil Ketua Umum Persatuan Islam); 10. Ust. Ahmad Parlaungan Tanjung (Ponpes Darunnajah, Jakarta).

Selain itu 11. Dr. Rahman Sabon Nama (Cendekiawan Muslim); 12. Dr. Yusnar Yusuf Rangkuti (ketua Umum Al Wasliyah); 13. K.H. Ahmad Sadeli Karim (Ketua Umum Math’laul Anwar, Serang, Banten); 14. Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Majid (Ketua Umum Nahdlatul Wathan, Mataram); 15. Dr. Ir. Lukmanul Hakim (Ketua Umum Al Ittihadiah); 16. K.H. Sholeh Hasan (Ponpes Khoriatul Ummah, Bandung); 17.K.H. Hasib Wahab Hasbullah (Ponpes Tambak Beras, Jombang); 18. K.H. Subhan Makmun (Ponpes Assalafiyah, Brebes); 19. K.H. Jazuli Kasmani; dan 20. K.H. Aris Ni’matullah(Ponpes Buntet, Cirebon).  (RMI/FID/RAH/ES)

Jokowi Rapat Paripurna
Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4) pagi.

Independen.Net
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah sudah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada 2018 adalah 5,6%. Presiden menginginkan, target tersebut tidak hanya di 2018, tetapi juga di 2017. Karena itu, mumpung baru masuk tiga bulan pertama, Presiden menginginkan dilakukannya penghematan besar-besaran di seluruh kementerian dan lembaga.

“Saya kira banyak sekali biaya-biaya yang bisa dipotong, banyak sekali biaya-biaya yang bisa dihemat, dan itu bisa dilarikan pada belanja modal. Lihatlah lagi yang 2017 maupun nanti yang 2018,” pinta Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4) pagi.


Presiden yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menambahkan, selain belanjanya, sebetulnya yang paling penting untuk pertumbuhan, ada dua sekarang ini. Yang pertama naikkan ekspor, kedua naikkan investasi.

Naikkan ekspor itu, terang Presiden, bukan barang yang mudah karena pasarnya juga lesu. Tetapi, disampaikan Presiden, ada pasar-pasar non-tradisional yang bertahun-tahun tidak pernah kita lihat.

“Itu tolong betul-betul dikirim rombongan misi dagang untuk melihat opportunity, peluang-peluang yang ada di negara-negara itu, terutama yang penduduknya di atas 60, di atas 80,” tutur Presiden.

Sementara yang berkaitan dengan investasi, Presiden menegaskan, peluang di negara kita ini besar sekali dan banyak sekali investor yang berminat. Tetapi penyakitnya ada di kita sendiri, yaitu di masalah regulasi, masalah aturan-aturan yang masih keluar dari kementerian, dari dirjen.

“Saya sampaikan jangan buat lagi aturan yang nambah ruwet. Jangan. Ini masih keluar. Terakhir masih berapa keluar yang baru? 23,” ungkap Presiden seraya menegaskan keinginannya agar para menteri dan kepala lembaga pemerintahan non kementerian memotong yang sudah ada agar hilang, bukan menambah.

Kalau kita masih ulang-ulang begini terus, lanjut Presiden, ya sudah, ini kita rutinitas, enggak akan ada perubahan. “Kalau tidak ada keberanian, berarti itu enggak ada perubahan. Masih setingkat dirjen masih keluar, masih permen masih keluar. Nambahi sederhana enggak apa-apa. Ini nambahi ruwet,” ujarnya.

Perbesar Belanja Modal

Menurut Presiden Jokowi, volume belanja pemerintah akan mencapai di atas Rp2.200 triliun. Oleh sebab itu, Presiden meminta agar fokusnya harus diarahkan untuk target-target pembangunan. Ia menekankan, agar belanja modal yang diperbesar. Karena itu, hal-hal yang tidak berkaitan dengan belanja modal, Presiden meminta agar dilihat secara rinci.

“Saya melihat saja banyak sekali yang berlebihan belanja-belanja yang non belanja modal, terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan menurunkan angka kemiskinan,” kata Presiden.

Untuk desain belanja 2018, menurut Presiden Jokowi, program-program yang berkaitan dengan infrastruktur prioritas nasional harus dapat diselesaikan. Jangan sampai setengah-setengah setengah main.

“Sekali lagi, seluruh program infrastruktur prioritas nasional harus dapat diselesaikan di 2018, sehingga kita memiliki pondasi yang kuat, bukan hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga bisa meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tutur Presiden.

Selain pertumbuhan ekonomi, Presiden mengingatkan juga masalah pemerataan ekonomi yang berkeadilan. “Dorong agar program-program itu masuk kesini. Banyak sekali program yang rutinitas sudah bertahun-tahun, sudah berpuluh tahun itu-itu saja masih kita teruskan, masukkan ke sini hal-hal yang berkaitan dengan pemerataan, hal-hal yang berkaitan dengan pengurangan gini ratio, pengurangan kesenjangan,” pesan Presiden.

Sidang Kabinet Paripurna itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno Marsudi, Menhan Rymizard Ryacudu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Selain itu juga hadir Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendag Enggartiasto Lukita, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menkominfo Rudiantara, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri PANRB Asman Abnur, Menhub Budi K. Sumadi, Jaksa Agung Prasetyo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.(GUN/FID/RAH/ES)

Maaruf Amin 313
Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin di Istana Negara 30 Maret 2017

Independen.Net Aksi 313 atau 31 Maret 2017 yang akan dilakukan sejumlah massa di Jakarta esok sebaiknya urung dilaksanakan, namun seandainya aksi tersebut tetap dilakukan, harus berjalan dengan santun dan tertib. Hal ini disampaikan Ketua Umum Majelis Umum Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin kepada wartawan setelah diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Kamis 30 Maret 2017.

Terlebih, bila aksi itu bertujuan untuk mengganggu jalannya pemerintahan. Hal tersebut merupakan sangat tidak beralasan. "Saya kira itu ngawur dan tidak tepat. Sampaikan sajalah kalau besok itu dengan tertib, dengan santun," ujar Ma’ruf Amin. Ma'ruf Amin mengatakan bahwa semua umat harus menjaga agar situasi yang kondusif seperti saat ini dapat terus terjaga. "Negara ini keutuhannya harus dijaga," kata dia.

Aksi yang dinamakan 313 itu rencananya akan diisi dengan shalat Jumat bersama di Masjid Istiqlal kemudian penyampaian tuntutan di depan Istana Negara.

Redistribusi Aset Untuk Atasi Kesenjangan

Ma'ruf Amin yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat konferensi pers, menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden, dibahas sejumlah masalah kebangsaan dan kenegaraan. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya peran ulama dalam memajukan bangsa dan menjaga keutuhan Tanah Air.

"Saya baru saja diundang Presiden dan bertemu dengan Presiden untuk membicarakan berbagai masalah kebangsaan dan kenegaraan," ujar KH. Ma'ruf Amin.

Salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masalah redistribusi aset yang ingin dilakukan pemerintah. Kepala Negara bahkan menyatakan keprihatinannya terhadap kesenjangan ekonomi yang masih terjadi di Indonesia.

"Presiden prihatin dengan kesenjangan yang ada di masyarakat, terutama di dalam masalah ekonomi antara masyarakat kecil dengan mereka yang berpendapatan tinggi," ungkapnya.

Oleh karenanya, pemerintah akan menjalankan program redistribusi aset melalui koperasi, pesantren dan lembaga lainnya. Hal ini dilakukan guna menghindari penyalahgunaan aset oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Beliau memang agak trauma kalau kepada perorangan, karena kalau perorangan itu dikhawatirkan akan dijual lagi," ucapnya. Hal ini berdasarkan rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Saat ini, pemerintah telah memiliki aset sekitar 12,7 juta hektar tanah yang belum dikelola secara baik oleh masyarakat. Untuk itu, Presiden sudah memerintahkan jajarannya segera menentukan masyarakat yang berhak mengelola lahan tersebut. "Syaratnya harus dikelola, bukan didiamkan atau dijual sehingga tidak ada tanah yang tidak terkelola," katanya.

Selain itu, masalah kemitraan antara ekonomi elite dengan ekonomi lemah juga menjadi topik dalam pertemuan tersebut. Mengingat pentingnya menjalin kemitraan yang kuat guna menghindari benturan antara ekonomi kuat dan ekonomi lemah serta membantu menghilangkan kesenjangan yang ada di masyarakat.

"Beliau ingin ada kemitraan antara konglomerat dengan ekonomi lemah sehingga terjadi saling membantu, ada hubungan silaturahim, tidak terjadi semacam kemarahan di kalangan ekonomi lemah‎, masyarakat lemah, dan kecemburuan sosial," ungkapnya.

Terakhir, KH Ma'ruf Amin juga berkesempatan mengundang Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Kongres Ekonomi Umat yang akan diselenggarakan pada 22 April 2017 mendatang di Jakarta. Kongres yang juga akan dihadiri oleh para cendekiawan, ilmuwan, dan ratusan peserta tersebut bertujuan untuk membahas koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi antarumat dalam membangun ekonomi secara nyata.

"Kongres ini akan mengundang sem‎ua pelaku usaha di dalam berbagai komunitas, ada komunitas pesantren, ada namanya forum peduli bangsa, koperasi syariah, pondok-pondok pesantren yang sudah mulai berhasil," ucapnya. (Humas Kemensetneg)

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas mengenai reforma agraria, di Kantor Presiden, Jakarta
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas mengenai reforma agraria, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/3) siang. (Foto: Rahmat/Humas)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, paling tidak terdapat 9 juta hektar tanah yang akan ditata kepemilikannya melalui program reforma agraria. Selain itu, terdapat sekitar 4,9 juta hektar tanah negara yang bisa diberikan kepemilikannya pada rakyat. Termasuk di dalamnya tanah dan Hak Guna Usaha yang tidak diperpanjang, serta tanah-tanah terlantar.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas tentang Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/3) sore.

Presiden menegaskan, bahwa semangat reforma agraria adalah terwujudnya keadilan dalam penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan lahan,  wilayah, dan sumber daya alam.

Karena itu, Presiden menekankan agar reforma agraria juga harus bisa menjadi cara baru, bukan saja untuk menyelesaikan sengketa agraria antara masyarakat dengan perusahaan atau masyarakat dengan pemerintah, tapi juga cara baru untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial ekonomi, khususnya di pedesaan.

“Agar masyarakat, terutama yang masuk dalam lapisan 40 persen terbawah, dapat memiliki akses legal terhadap tanah yang bisa dikelola sebagai sumber penghidupan dan kesejahteraan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengaku  sudah menerima laporan bahwa paling tidak terdapat 9 juta hektar tanah yang akan ditata kepemilikannya melalui program reforma agraria.

Untuk itu, Presiden meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN untuk fokus bukan saja untuk menuntaskan program sertifikasi lahan terutama bagi rakyat yang tidak mampu, tapi juga segera melakukan pendataan dan penataan sekitar 4,9 juta hektar tanah negara yang bisa diberikan kepemilikannya pada rakyat.

“Saya juga minta reforma agraria juga mencakup penataan sekitar 4,85 juta hektar hutan negara yang berada di bawah lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” sambung Presiden Jokowi seraya menekankan agar proses penataan dan redistribusi aset ini betul-betul dikawal detail, agar tepat sasaran, serta mampu menyentuh 40 persen rakyat yang berada di lapisan ekonomi terbawah.

Sementara terkait dengan perhutanan sosial, Presiden ingatkan kembali bahwa setidaknya sekarang ini terdapat 12,7 juta hektar yang menjadi target program perhutanan sosial, termasuk di dalamnya hutan desa dan hutan adat.

“Saya ingin ini betul-betul menjadi sebuah fokus pekerjaan kita, agar betul-betul yang namanya redistribusi aset, yang namanya reforma agraria, betul-betul segera bisa kita selesaikan,” tegas Presiden Jokowi.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (FID/RAH/ES)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa era menjual sumber daya alam (SDA) sudah berakhir. Pemerintah sudah stop menjual bahan mentah. Karena itu, Presiden mengajak untuk mengubah paradigma minerba (mineral dan batubara) sebagai komoditas menjadi minerba yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Ignasius Jonan Menteri ESDM

Menurut Presiden, tren perkembangan di negara-negara maju menunjukkan, yang berani melakukan lompatan-lompatan kemajuan dari negara penjual komoditas sumber daya alam bergerak ke negara yang memperkuat industri pengolahan. Karena itu, kita juga harus menuju ke sana, terlebih negara lain justru juga melompat lebih cepat lagi bergerak ke negara industri jasa.

“Oleh sebab itu, kita harus tetap fokus untuk melakukan pengembangan hilirisasi industri, terutama hilirisasi pertambangan minerba,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada rapat terbatas Evaluasi Implementasi Hilirisasi Pertambangan Mineral dan Batubara, yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/3) sore.

Pemerintah, lanjut Presiden, ingin bergerak cepat. Ia menekankan, bahwa kecepatan sangat penting, karena negara-negara yang lain juga bergerak sangat cepat.

“Saya minta permasalahan dan hambatan dalam pengembangam hilirisasi ini, terutama di hilirisasi pertambangan minerba segera diselesaikan,” pinta Presiden.

Jika ada hambatan regulasi seperti regulasi dan perizinan yang tumpang tindih, Presiden meminta agar segera dipangkas secepat-cepatnya.

Presiden memahami, bahwa untuk mengembangkan hilirisasi pertambangan kalangan industri juga memerlukan adanya kepastian, adanya jaminan operasi jangka panjang. Karena itu, kalau memang diperlukan, Presiden meminta agar diberikan mereka insentif tambahan bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan hilirisasi.

Didukung Kesiapan Lahan

Presiden Jokowi menekankan, bahwa hilirisasi industri bisa melaju dengan cepat apabila didukung oleh kesiapan lahan, kawasan, suplai bahan baku, tenaga kerja yang terampil, ketenagalistrikan, infrastruktur, transportasi, pelabuhan dan infrastruktur yang lainnya.

Untuk itu, Presiden meminta agar pengembangan hilirisasi industri minerba harus betul-betul dilakukan terintegrasi dengan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), yang di dalamnya sudah tersedia infrastruktur yang dibutuhkan.

Selain itu, penyiapan  tenaga kerja yang terampil melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, menurut Presiden Jokowi, juga harus masif dilakukan.

“Saya yakin dengan pengembangan yang terintegrasi, industri pengolahan minerba akan tumbuh lebih cepat lagi. Dan memberikan nilai tambah, bukan saja pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga membuat pembangunan lebih merata,” pungkas Presiden.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi. (DNA/RAH/ES)

<>

Baca juga: Transkrip Pengantar Presiden pada Rapat Terbatas Mengenai Evaluasi Implementasi Hilirisasi Pertambangan Mineral dan Batubara, di Kantor Presiden, Jakarta, 22 Maret 2017

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget