Independen.Net

Portal Berita Independen

Articles by "PLN"

sofyan wanandi ketua tim ahli wapres
Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi

Jakarta – Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi menyatakan proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt yang menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan bisa jadi karena sejak awal tidak layak. “Terlunta-luntanya proyek pembangkit itu bisa karena faktor tidak feasible,” ujarnya ketika dihubungi, Senin, 10 April 2017.

Karena itu, Sofjan berpendapat, tidak semua proyek pembangkit bermasalah tersebut tak bisa diteruskan. Ia juga menyatakan tak tertutup kemungkinan masalah ada pada mitra kerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sofjan mencontohkan, salah satu mitra kerja perusahaan listrik negara yang bermasalah terlihat di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Waai, Ambon. Molornya proyek itu diduga terjadi karena salah manajemen dari pihak kontraktor.

Pernyataan Sofjan menanggapi hasil audit BPK yang menyoroti proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt karena terlambat dalam penyelesaiannya. Menurut dia, PLN harus segera menindaklanjuti temuan BPK dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh. “Yang tidak bisa (diselesaikan, ditanyakan saja dulu ke PLN.”

BPK sebelumnya menemukan 65 masalah dalam program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10 megawatt. Akibatnya, negara berpotensi merugi hingga Rp 5,65 triliun. Hal itu disampaikan dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK Semester II tahun 2016.

Setidaknya, ada lima proyek pembangkit yang bermasalah, yaitu PLTU Tanjung Balai Karimun, PLTU Ambon (Waai), PLTU 2 NTB Lombok, PLTU Kalimantan Barat 2, dan PLTU Kalimantan Barat 1. <ind>

MoU PLN Riau dan Sulut

Independen.Net, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) Persero, Jum'at (7/4) menandatangani dua Power Purchase Agreement (PPA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 Megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulut-3 berkapasitas 2x50 MW di Auditorium Kantor Pusat PLN, Jakarta.

Penandatanganan ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung pemerintah dalam pemenuhan kelistrikan Indonesia melalui program 35.000 MW.

Direktur Pengadaan PT PLN Supangkat Iwan Santoso saat ditemui di acara yang sama menjelaskan bahwa Pemerintah terus mendorong kebijakan 35.000 MW untuk peningkatan kelistrikan di Indonesia. Hal ini dikarenakan listrik sebagai pendorong utama ekonomi.

"Ini adalah IPP pertama yg ditandatangani di tahun ini. Dua pembangkit ini sebagai bagian program 35.000 MW yang mempunyai peran strategis di Sumatera dan Sulawesi Utara, Pemerintah juga mengharapkan dapat beroperasi tepat waktu", jelasnya.

PLTGU Riau 1x275 MW akan dibangun oleh PT Medco Ratch Power Riau dengan investasi sebesar US$ 300 juta. PLTGU tersebut dijadwalkan Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2021. Pembangkit ini akan disalurkan ke sistem ketenagalistrikan Sumatera bagian Tengah dan Selatan.

Sedangkan PLTU Sulut-3 (2x50 MW) yang akan dibangun oleh PT Minahasa Cahaya Lestari dengan investasi sebesar USD 215 juta, akan COD pada pertengahan tahun 2020. Listrik dari PLTU ini akan disalurkan ke sistem kelistrikan Suluttenggo.

Secara keekonomian, PLTGU Riau akan memberikan penghematan untuk PT. PLN sekitar Rp. 700 miliar per tahun. Sedangkan untuk PLTU Sulut 3 diperkirakan memberikan potensi penghematan sebesar Rp. 422 miliar per tahun. (BAM)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget