Independen.Net

Portal Berita Independen

Jonan : Jangan Sampai Rumah Dilewati Infrastruktur Ketenagalistrikan, Tapi Tidak Mampu Membelinya

Ignasius Jonan di Dirjen Listrik
Menteri ESDM Ignasius Jonan di di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Senin (10/4).

JAKARTA - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Igansius Jonan meminta kepada PT PLN (Persero) memberlakukan tarif untuk pelanggan dapat lebih terjangkau, karena menurut Menteri jika sampai terjadi masyarakat tidak mampu membeli listrik sedangkan infrastruktur listrik melewati depan rumahnya, jika hal tersebut terjadi maka menurut Jonan itu akan sangat mengusik rasa keadilan. Tarif listrik yang terjangkau dapat diterapkan jika harga penyediaan listrik (BPP) penyediaan listrik semakin efisien.

"Jangan sampai terjadi, rumah yang sudah dilewati infrastruktur ketenagalistrikan namun tidak mampu membelinya. Kalau itu sampai terjadi, itu adalah gap terhadap kesejahteraan atau yang disebut disparitas dan itu akan berbahaya sekali ," ujar Jonan dalam acara Coffee Morning Sosialisasi RUPTL 2017-2026 di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Senin (10/4).

Jonan menambahkan, saat ini masih terdapat lebih dari 10.000 desa yang masih terlistriki sekedaranya dan 2.500 desa yang sama sekali tidak menikmati listrik dan ini menjadi kewajiban pemerintah untuk melistrikinya.

"Coba kita bayangkan kalau kita lahir disebuah daerah yang tidak ada listriknya dan anggaplah usia kita 18 atau 19 tahun, suatu hari ada tiang listrik dan kabel listrik itu melewati rumah kita, lalu anak-anak muda ini bertanya kepada orang tuanya, Pak 'kok kita tetap tidak menggunakan listrik. Kalau jawaban orang tuanya itu kita tidak mampu membeli listrik, itu merupakan permasalahan sosial yang amat sangat besar. Untuk pemerintah itu sangat penting".

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Jonan, salah satu kiat yang disarankan untuk menurunkan harga biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik, antara lain dengan membangun pembangkit listrik berdasarkan sumber energi yang ada di wilayah tersebut.

"Saya cenderung pulau yang memiliki batubara, perusahaan produsen listriknya harus membangun pembangkit mulut tambang (mine mouth). Karena teorinya mengirim listrik jauh lebih murah dari batubara atau gas. Begitu juga dengan gas, kalau di pulau itu banyak gas alam saya cenderung buat wellhead. Kalau jaringan atau transmisinya ga ada ya dibikinin. karena itu lebih murah", jelas Jonan.(SF)
Labels:
Reactions:

Posting Komentar

[blogger][facebook]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget